Selasa, 13 November 2012

Judul Skripsi MATEMATIKA-Open Ended


UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA
SISWA KELAS IX SMP N 4 SALAH TIGA
MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN OPEN-ENDED
Oleh
_______________________
__________

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematika siswa kelas IX A SMP N 4 Salah Tiga melalui pembelajaran dengan pendekatan open-ended.
          Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IXA SMP N 4 Salah Tiga yang berjumlah 30 siswa. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas secara kolaboratif antara guru mata pelajaran matematika dan peneliti. Data pada penelitian ini diperoleh melalui observasi keterlaksanaan pembelajaran, wawancara siswa, pemberian angket respon siswa, tes dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini adalah pembelajaran matematika dengan pendekatan open-ended yang terdiri dari langkah (1) pengelompokan siswa, yang terdiri dari 4–5 siswa yang disusun heterogen berdasar tempat duduk, (2) menyajikan masalah terbuka berupa soal uraian dalam LKS sehingga siswa dapat menemukan berbagai alternatif cara yang diyakininya, (3) mengeksplorasi permasalahan melalui LKS yang dimiliki setiap siswa, (4) presentasi secara sukarela alternatif penyelesaian soal yang siswa temukan dalam diskusi kemudian ditanggapi oleh teman sekelas, (5) melakukan pembahasan untuk menemukan berbagai alternatif cara penyelesaian soal, menekankan cara penyelesaian, analisis soal, menarik kesimpulan secara bersama-sama dan penguatan kesimpulan dapat meningkatkan kemampuan koneksi matematika siswa di kelas IX A SMP N 4 Salah Tiga. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata kelas pada tes siklus 1 sebesar 6,88 meningkat menjadi 7,40 pada tes siklus 2. Hasil angket respon siswa dan wawancara menunjukkan bahwa siswa menyukai pembelajaran dengan pendekatan open-ended.

Kata kunci: kemampuan koneksi matematika, open-ended.

Download  BAB I, II, dan III disin: OPEN


Rabu, 12 September 2012

Skripsi Penelitian Eksperimen Semu

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Scramble Terhadap Hasil Belajar Pkn Siswa SDN Wilayah II Larompong Kabupaten Luwu


oleh: Nasdayani
II. KAJIAN PUSTAKA
a. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble
 Scramble merupakan istilah bahasa inggris yang berarti perebutan, pertarungan, perjuangan. Istilah ini digunakan untuk sejenis permainan kata, dimana pemain menyusun huruf-huruf yang telah diacak susunannya menjadi suatu kata yang tepat.
Yang dimaksud dengan scramble adalah sebuah permainan yang dapat dilakukan oleh 2 atau 4 orang, dalam permainan tersebut para pemainnya harus menyusun kembali kata-kata dari huruf-huruf, kalimat dari kata-kata, dan wacana dari potongan kalimat-kalimat yang susunannya telah diacak terlebih dahulu. (Aprilyan, 2010)
Harjasujana dan Mulyati (Rahayu, 2007: 29), menjelaskan menurut sifatnya, scramble terdiri atas bermacam-macam bentuk, yaitu:

  •     Scramble kata, sebuah permainan menyusun kata-kata dari huruf-huruf yang telah sengaja dikacaukan susunannya sehingga membentuk suatu kata yang bermakna.
  •      Scramble kalimat, dalam permainan ini, siswa diminta untuk menyusun kalimat dari kata-kata acak. Namun kalimat tersebut sebaiknya logis, bermakna, tepat dan benar.
  • c   Wacana, sebuah permainan menyusun wacana berdasarkan kalimat- kalimat acak. Siswa menyusun beberapa kalimat yang sudah diacak susunannya menjadi sebuah wacana. Hasil susunan wacana tersebut harus logis dan bermakna.

 Pada dasarnya ketiga jenis permainan scramble di atas menghendaki siswa untuk menyusun suatu struktur bahasa yang susunannya sengaja dikacaukan terlebih dahulu. Selain itu, permainan ini diharapkan dapat melatih siswa untuk aktif dan dapat menambah pembendaharaan kosa kata mereka.
Model pembelajaran kooperatif tipe scramble merupakan model pembelajaran kooperatif yang secara umum digunakan untuk melatih siswa dalam menguatkan pemahaman pembelajaran atau mengecek pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran melalui bantuan lembar kerja yang berisi kata-kata yang diacak hurufnya. (Icah, 2009)
Adapun langkah-langkah yang harus ditempuh dalam penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe scramble adalah sebagai berikut:

  1.     Guru menyapaikan materi sesuai dengan kompetensi dasar.
  2.     Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang heterogen.
  3.     Guru menyiapkan lembar kerja berupa kata yang diacak hurufnya.
  4. 4  Siswa dalam kelompok mendiskusikan jawaban sesuai lembar kerja yang mereka terima.
  5.     Siswa mempresentasikan hasil jawabannya di depan kelas; dan
  6.     Diakhir pelajaran guru bersama siswa menyimpulkan materi yang disampaikan.
Sedangkan menurut uraian Anitah (2010) dalam model pembelajaran kooperatif tipe scramble dapat dilakukan seorang guru dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1.     Guru menyiapkan sebuah wacana, kemudian keluarkan kalimat-kalimat yang terdapat dalam wacana tersebut ke dalam kartu-kartu kalimat
  2.      Guru membuat kartu soal beserta kartu jawaban yang di acak nomornya sesuai materi bahan ajar teks yang telah dibagikan sebelumnya dan membagikan kartu soal tersebut
  3.    Siswa dalam kelompok masing-masing mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok, sebelumnya jawaban telah di acak sedemikian rupa.
  4.      Siswa diharuskan dapat menyusun kata jawaban yang telah tersedia dalam waktu yang telah ditentukan. Setelah selesai mengerjakan soal, hasil pekerjaan siswa dikumpulkan dan dilakukan pemeriksaan.

Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran model pembelajaran scramble ini adalah model pembelajaran kelompok yang membutuhkan kreativitas serta kerja sama siswa dalam kelompok. Model ini memberikan sedikit sentuhan permainan acak kata, dengan harapan dapat menarik perhatian siswa.

BAB I, II, III, dan Lampiran.. Download disini: PROPOSAL

Skripsi Penelitian Kuasi Eksperimen

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Time Token Arends Terhadap Keterampilan Berbicara Siswa di SDN Wilayah I Suli Kabupaten Luwu

oleh: Jumranah
II. KAJIAN PUSTAKA
2. Model Pembelajaran Time Token Arends

a. Pengertian Time Token Arends

Time Token Arends adalah model pembelajaran khusus dilakukan oleh seorang guru dalam pembelajaran kooperatif denuan menggunakan kartu-kartu untuk berbicara, time token dapat membantu pesan serta lebih merata pada setiap siswa.
Time Token Arends pertama kali dikenalkan oleh Spencer Kagan, dkk (Lie, 2002). Time Token Arends adalah bagian dari model pembelajaran kooperatif struktural yang menekankan pada struktur-­struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Struktur Kagan menghendaki agar para siswa bekerja saling bergantung pada kelompok-kelompok kecil secara kooperatif struktur tersebut dikembangkan sebagai bahan alternatif dari struktur kelas tradisional seperti lebih mengacungkan tangan terlebih dahulu untuk kemudian ditunjuk oleh guru untuk menjawab pertanyaan yang telah dilontarkan. Suasana seperti ini menimbulkan kegaduhan dalam kelas karena para siswa saling berebut untuk mendapatkan kesempatan menjawab pertanyaan menurut Triyana (Rahayu, 2008).
Pembelajaran kooperatif dengan pendekatan struktural tersusun atas kelompok yang terdiri dari dua, tiga, empat, sampai enam orang dengan kemampuan dan latar belakang yang berbeda. Struktur yang dikembangkan ini lebih menghendaki siswa bekerja saling membantu dalam kelompok kecil dan penghargaan yang diberikan secara kooperatif. Ada dua macam pengembangan dalam pendekatan struktural yaitu untuk meningkatkan perolehan akademik, untuk mengajarkan keterampilan sosial dan keterampilan kelompok yaitu Time Token dan High Talker Tap Out (Ibrahim, 2000: 26).
Upaya mengatasi hal ini dikembangkan suatu bentuk atau pendekatan dalam pembelajaran kooperatif yang disebut dengan Time Token Arends. Menurut Ibrahim (2000:15) Time Token Arends adalah:
Suatu kegiatan khusus yang dilakukan oleh seorang guru dalam pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kartu-kartu untuk berbicara, Time Token Arends dapat membantu membagikan peran serta lebih merata pada setiap siswa.
          
BAB I, II, III, dan Lapiran. Download Lengkapnya disini: PROPOSAL




Senin, 10 September 2012

SKRIPSI-Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Dalam Peningkatan Motivasi Dan Partisipasi Siswa Serta Kualitas Hasil Belajar Di SMK Negeri


BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Memperhatikan tujuan pendidikan, sebaiknya penyelenggara mampu mempersiapkan, membina dan membentuk kemampuan peserta didik yang menguasai pengetahuan, sikap, nilai dan kecakapan dasar yang diperlukan bagi kehidupan di masyarakat. Untuk menunjang tercapainya tujuan pembelajaran tersebut harus didukung oleh iklim pembelajaran yang kondusif. Iklim pembelajaran yang dikembangkan oleh guru mempunyai pengaruh yang besar terhadap keberhasilan dan kegairahan belajar siswa. Kualitas dan keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan ketepatan guru dalam memilih dan menggunakan strategi pengajaran.
Berdasarkan kondisi pendidikan yang penulis lihat, ternyata tidak sedikit siswa kesulitan dalam mengikuti mata pelajaran karena metode pembelajaran yang dipilih dan digunakan oleh guru dirasakan kurang tepat. Hal ini membawa dampak pada kemandirian siswa dalam belajar akan sendirinya kurang terlatih dan proses belajar mengajar akan berlangsung secara kaku sehingga kurang mendukung pengembangan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa.
Text Box: 1Faktor-faktor cara belajar yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa SMK Negeri ..., khususnya pada mata pelajaran Teknik Audio sangat menarik untuk diteliti. Terutama pengalaman yang dijumpai pada saat melaksanakan program pengalaman lapangan  (PPL) di lokasi penelitian. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman yang dijumpai, siswa banyak mengalami hambatan selama proses belajar mengajar berlangsung. Diantaranya siswa kurang konsentrasi atau kurang perhatian ketika guru menjelaskan materi pelajaran Teknik Audio, siswa jarang mengajukan pertanyaan apabila ada bagian yang belum jelas dan apabila ada tugas yang diberikan oleh guru maka tugas tersebut tidak diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah disepakati.
Setelah mengidentifikasi kondisi tersebut di atas, maka ditemukan pokok permasalahannya adalah siswa kurang termotivasi untuk belajar lebih lanjut. Kurangnya motivasi siswa dalam mengikuti pelajaran karena metode pembelajaran yang digunakan selama ini dianggap masih kurang menyentuh minat siswa yang mengakibatkan siswa menjadi kurang menguasai materi yang diberikan. Hal ini jika berlangsung terus menerus, dapat mengakibatkan pembelajaran menjadi tidak tercapai pada siswa kelas 2 khususnya pada jurusan keahlian teknik Audio Video maupun pada jurusan elektronik di SMK Negeri ... pada umumnya.
Untuk mengatasi permasalahan di atas, maka penulis  melakukan tindakan sebagai solusi dalam memecahkan permasalahan. Dimana untuk meningkatkan motivasi serta partisipasi  belajar siswa terhadap mata pelajaran Teknik Audio, perlu diadakan sistuasi pembelajaran yang menyenangkan dan merangsang minat siswa untuk lebih antusias berperan aktif dalam proses pembelajaran. Metode pembelajaran yang selama ini berlangsung kurang merangsang minat belajar siswa sehingga perlu direvisi. Untuk mengetahui perubahan kearah perbaikan yang diharapkan, dilakukan penelitian tindakan yang disebut dengan Penelitian Tidakan Kelas (PTK). Dalam penelitian ini penulis mengembangkan salah satu model pembelajaran yang dianggap efesien dan efektif meningkatakan motivasi belajar siswa adalah Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning).
Model pembelajaran ini menekankan pada pemberian kesempatan belajar yang lebih luas dan suasana kondusif kepada siswa untuk memperoleh serta mengembangkan pengetahuan, sikap, nilai, dan keterampilan yang bermanfaat bagi kehidupannya di masyarakat. Dalam pembelajaran menggunakan model cooperative learning, siswa bukan hanya belajar dan menerima apa yang disajikan guru dalam pembelajaran, melainkan dapat belajar dari siswa lainnya serta mempunyai kesempatan untuk membelajarkan siswa yang lain. Kebutuhan keterlibatan dalam pengajaran mendorong timbulnya motivasi dari dalam siswa, hal ini menyebabkan stimulus dari guru atau lingkungan belajar mengalami peningkatan motivasi dari luar. Disamping itu, kemampuan siswa untuk belajar mandiri dapat lebih ditingkatkan.

FILE Lengkapnya Download Disini: SKRIPSIVC

Kamis, 15 Maret 2012

Pemberian Link pada Bagan-Bagan Power Point 2007

Pemberian Link pada Bagan-Bagan Power Point 2007

back animation PP

Berikut Langkah-langkahnya

1. Perhatikan gambar berikut ini:

2. Pada Bagan 3. Klik KananHyperlinkmaka muncul jendela insert hyperlink. Pada jendela tersebut klik. Kliklah Place in This Document (lingkaran merah)Klik slide 3 (terserah anda slide mana yg akan anda tujukan)Ok. Lihat gambar dibawah ini:

3. Klik bagan 4. Klik KananHyperlinkmaka muncul jendela insert hyperlink. Pada jendela tersebut klik. Kliklah Place in This Document(lingkaran merah)Klik slide 4 (terserah anda slide mana yg akan anda tujukan)Ok. Ini sama caranya pada langkah no.2. sampai pada bagan no.7.


4. SELESAI


5. Untuk slide ke 2. Pada gambar Home berada pada sudut kanan. Itu juga diberi link caranya juga sama membuat hyperlink, ikuti saja langkah 2. Tapi disitu pilih slide 2 (untuk kembali ke Menu Utama).


Silahkan download hasil Power Pointnya disini: Presentasi Power Point VC

Membuat Animation Persentasi Power Point 2007

CARA PEMBERIAN ANIMATIONS PADA POWER POINT

Cara memberikan efek animations power point diatas. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

1. Perhatikan gambar batang 1 dibawah. Sengaja aku beri nomor pada masing-masing bagan supaya memudahkan dalam menyebutnya.

2. Kliklah Batang 1, kemudian klik tool Animations (yang aku lingkari merah)pada power point diatas, kemudian klik custom animation (yang bericon speaker kuning)). Maka akan muncul Jendela baru Custom Animation pada sebelah kanan. Seperti pada gbr dibawah ini (tanda panah merah):

3. Pada Jendela Custom Animation tersebut. Kliklah tombol Add Effect—Entrance—More EffectFly Inklik ok.

4. Masih tetap pada jendela costum animation. Perhatikan Modify:Fly Klik tanda panah Start: With PreviousDirection: From BottomSpeed: pilih Medium. Lihat Gbr dibawah ini:

5. Klik batang 2. Ulangi langkah no. 3 & 4. Bedanya pada langkah no. 4 Perhatikan Modify:Fly Klik tanda panah Start: With previousDirection: From BottomSpeed: Medium. Lihat Gbr dibawah ini:

CAtatan: Ingat klik kembali fly In, jangan langsung menggganti Start, Direction, dan Speednya.

6. Klik Bagan. Ikuti langkah no. 3 & no. 5. Lihat gbr dibwah ini:

7. Klik Bagan 4. Kemudian ikuti langkah No.3 dan no.5. lihat gbr dibawah ini:

8. Klik Bagan 5. Ulangi langkah no. 3 dan no. 5.

CAtatan: Ingat klik kembali fly In, jangan langsung menggganti Start, Direction, dan Speednya

9. Klik Bagan 6. Ulangi langkah no. 3 dan no. 5.

10. Klik bagan 7. Ulangi langkah no. 3 dan no. 5. Hasilnya seperti gbr dibawah ini:

11. Selanjutnya klik gambar home (lihat gbr langkah no. 1 yg saya tanda warna merah) diatas. Ulangi langkah no.3 & no.5.

12. Dan terakhir klik bagan yang bertuliskan Pokok-pokok Pembahasan. Sama ualngi lankah no.3 & no.5.

13. Kemudian pindah ke slides selanjutnya.


14. Klik kotak box no.2 isiannya(lihat gbr dibawah ini). Sengaja aku beri nomor supaya mudah menyebutnya.


15. Klik/aktifkan kotak box no.2 dulu(jangan sampai kotak box 1 aktif, terlihat gbr box 1 diatas itu aktif). kemudian pada custom animation. Klik tombol Add Effect—Entrance—More EffectFadeklik ok.

16. Masih tetap pada jendela costum animation. Perhatikan Modify:Fly Klik tanda panah Start: With PreviousSpeed: pilih Medium.

17. Selanjutnya klik kotak/box no.1. Pada custom animation. Klik tombol Add Effect—Entrance—More EffectBoxklik ok.

18. Masih tetap pada jendela costum animation. Perhatikan Modify:Fly Klik tanda panah Start: With previousDirection: InSpeed: Fast.

19. Kemudian pada gambar/Icon Home disudut bawah.

20. Klik Icon Home (aku lingkari merah). Pada custom animation. Klik tombol Add Effect—Entrance—More EffectCurve Upklik ok. Kemudian Perhatikan Modify:Fly Klik tanda panah Start: With previousSpeed: Fast.

21. Pindah ke slide berikutnya. Aku buat seperti dibawah ini

22. Klik box 1 dan box 2 (ketika klik box 1 langsung tekan Ctrl klik box 2 u/ mengaktifkan keduanya). Oh iya aku sengaja beri nomor, agar mudah dlm menyebutkannya. Lihat gbr dibwah ini:

23. Klik box 1 dan box 2. Pilih/klik add effect pada custom animation di sebelah kanan. Klik tombol Add Effect—Entrance—More EffectDescendklik ok.

24. Atur Modify:Fly Klik tanda panah Start: With previousSpeed: Medium. Lihat gambar

25. Kemudian klik box 2 (jangan sampai box 1 aktif). Kliklah add effect pada custom animation di sebelah kanan. Klik tombol Add Effect—Emphases—More EffectChane Fill Colorklik ok. Atur Timing: caranya

Klik tanda panah picture yang aktif, pilih Timing maka akan terbuka jendela Change Fill Color. Lihat gambar dibawah ini


Kemudian terbuka jendela baru, seperti gbr dibawah ini:

26. Pada jendela Effect options klik tombol Triggers—klik Start effect on click of—klik tnda panah cari judul box tombol kedua (klu aku judulnya action Button: return2: klik) —Kliklah judul tersebut—Ok.

27. Selanjutnya tambahkan gamabar home pada slide tadi, supaya membawa kita ke home pertama ketika diklik. Cara effect animatisnya sama pada langkah no.20.

28. Selesai Tinggal kita buat Linknya. Pada masing bagan tersebut.

Pemberian Link Akan Dibahas pada Halaman Selajutnya Klik Di sini: Link Bagan

Senin, 12 Maret 2012

Cara Download File Scrip tanpa Kata doc di Address


Sebelumnya aku sudah memposting cara download file scrip. Tapi tanpa sengaja aku menemukan file scrip yang addressnya berbeda boleh dikatakan tanpa ada doc lagi sebelum kata www.scrib.com di address. Addressnya seperti ini: http://www.scribd.com/dranandi/d/59082814-ENERGI-POTENSIAL-LISTRIK . Jika anda menemukan address seperti diatas. Berikut ini cara downloadnya:

1. Ketika menemukan file dengan alamat seperti ini:

http://www.scribd.com/dranandi/d/59082814-ENERGI-POTENSIAL-LISTRIK


2. Perhatikan address (gambar diatas) yang saya lingkari warna merah.

3. Pada address tersebut ganti kata dranandi menjadi mobile dan kata d menjadi documents. Seperti :

http://www.scribd.com/dranandi/d/59082814-ENERGI-POTENSIAL-LISTRIK

menjadi

http://www.scribd.com/mobile/documents/59082814-ENERGI-POTENSIAL-LISTRIK

4. Kemudian tekan Enter pada keyboard.

5. Maka akan muncul seperti gambar dibawah ini:


6. Nah sekarang kliklah tombol Download Now (yang tanda panah merah itu).

7. Setelah terdownload savelah pada folder yang anda inginkan.

SELAMAT MENCOBA

Minggu, 11 Maret 2012

Penyusunan KTSP

PENYUSUNAN KTSP

Landasan :

1. UU No. 20 Tahun 2003 tentang ssitem Pendidikan /nasional

2. PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

3. Permendiknas No. 22/2006 tentang Standar Isi

4. Permendiknas No. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan

5. Permendiknas No. 24/2006 dan No. 6/2007 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23/2006.

Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.

Acuan Operasional Penyususnan KTSP terdiri dari: peningkatn iman dan takwa serta akhlak mulia, peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembanagan dan kemampuan peserta didik, Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan; Tuntunan pembangaunan daerah dan nasional; Tuntunan dunia kerja; dan Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; Agama ; Dinamika perkembangan global; Persatuan nsional dan nilai-nilai kebangsaan; Kondisi social budaya masyarakat setempat; kesetaraaan jender; Karakteristik satuan pendidikan.

Penjelasan acauan Operasiaonal KTSP:

1. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia

Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh,. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajarn dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.

2. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik.

Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman, potensi, minat, kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan kinestetik, pesrta didik secara optimal sesuai dengan tingkat peerkemabangannya.

3. Keragaman potensional dan karakteristik daerah dan lingkungan

Daerah memiliki keragaman potensi, kebutuhan, tantangangan, dan keragaman karakteristik lingkungan, oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberkan kontribusi bagi pengembangan daerah.

4. Tuntunan pembangunan daerah dan nasional

Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntunan pembangunan daerah dan nasional.

5. Tuntunan dunia kerja

Kurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja, khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang leih tinggi.

6. Perkembangan Ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni

Kurikulm harus dikembangakan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

7. Agama

Kurikulum harus dikembangkan untuk menignkatkan tolerasndi dan kurikulum uat beragama, dan mem[perhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah.

8. Dinamika Perkembangan Global

Kurikulum harus dikembangakan agar peserta didik mampu bersaing secar global da dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain.

9. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaaan

Kurikulum hae=rus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan dan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara kesatuan republic Indonesia.

10. Kondisi social budaya masyarakat setempat

Kurikulum harus dikembangakan dengan memperhatikan karakteristik social budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestaraian keragaman budaya.

11. Kesetaraan Jender

Kurikulum harus siarahkan kepada pendidikan yang berkeadilan mendorong tumbuh kembangnya kesetaraaan jender.

12. Karakteristik satuan pendidikan

Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi, misi, tujauan, kondisi, dan cirri khas satuan pendidikan.

Komponen KTSP terdiri dari:

1. Tujuan endidikan nasional

2. Struktur dan muatan kurikulum (mata pelajaran. Muatan local, Pengembangan Diri, Beban Blejar, Ketuntasan Belajar, Kenaikan Kelas dan Kelulusan, Penjurusan, Pendidikan, Kecakapan Hidup, Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global).

3. Kalender pendidikan

4. Silabus dan RPP.

ISI/MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)




KTSP: (DOKUMEN I)

BAB I. Pendahuluan

1. Latar belakang (dasar pemikiran penyusunan KTSP)

2. Tujuan pengembangan KTSP

3. Prinsip pengembangan KTSP

BAB II. Tujuan

1. Tujuan pendidikan (disesuaikan dengan jenjang satuan pendidikan)

2. Visi sekolah

3. Misi sekolah

4. Tujuan sekolah.

Bagaimana menyusun visi, misi, tujuan satuan Pendidikan;

1) Tahap 1: hasil belajar siswa

Apa yang harus dicapai siswa berkaitan dengan pengetahaun, keterampilan, dan sikap setelah mereka menamatkan sekolah.

2) Tahap 2: Suasanan Pembelajaran

Suasana pembelajaran seperti apa yang dikehendaki untuk mencapai hasil belajar itu.

3) Tahap 3: Suasana Sekolah

Suasana sekolah sebagai lembaga/organisasi pembelajaran seperti apa yang diinginkan untuk mewujudkan hasil belajar bagi siswa.

BAB III. Struktur dan muatan KTSP

Meliputi sub komponen:

1) Mata pelajaran

2) Muatan local

3) Kegiatan pengembangan diri

4) Pengaturan beban belajar

5) Ketuntasan belajar

6) Kenaikan kelas, dan kelulusan

7) Penjurusan

8) Pendidikan kecakapan hidup

9) Pendidikan berbasis keunggulan local dan global

Cat: untuk PLB/PK ditambah dengan program khusus.

Penjelasan BAB III diantaranya;

1. Mata Pelajaran

Berisi “ struktur kurikulum tingkat sekolah” yang disusun berdasarkan kebutuhan siswa dan sekolah terkait dengan upaya pwncapaian SKL. Pengembangan struktur kurikulum dilakuakan dengan cara antara lain:

a) Mengatur alokasi waktu pembelajaran “tatap muka” seluruh mata pelajran wajib dan pilihan keterampilan/ Bahasa asing lain)

b) Memanfaatkan 4 jam tambahan untuk menambah jam pembelajaran pada mata pelarajan tertentu atau menambah mata pelajaran baru.

c) Mencantumkan jenis mata pelajaran muatan local dalam struktur kurikulum

d) Tidak boleh mengurangi mata pelajaran yang tercantum dalam standar isi.

2. Muata Lokal

Berisi tentang: jenis, Strategi Pemilihan dan pelakdanaan Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. Dalam pengembangannya mempertimbangkan hal-hal sbb:

a) Muatan local merupakan kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan cirri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah.

b) Substansi muatan local ditentukan oleh satuan pendidikan.

c) Substansi yang akan dikembangkan, materinya tidak sesuai menjadi bagian dari mapel lain, atau telalu lua substansinya sehingga harus dikembangkan menjadi mapel tersendiri.

d) Merupakan mata pelajaran wajib yang tercantum dalam struktur kurikulum.

e) Bentuk penilainnya kuantitatif (angka)

f) Setiap sekolah dapat melaksanakan mulok lebih dari dsatu jenis dalam setiap semester, mengacu pada: minat dan atau karakteristik program studi yang diselenggarakan disekolah.

g) Siswa boleh mengikuti lebih dari satu jenis mulok pada setiap tahunpelajaran, seduai dengan minat dan program mulok yang diselenggaran sekolah.

h) Substansinya dapat berupa program keterampilan produk dan jasa, contoh:

- Bidang budidaya: tanamanhias, tanaman obat,sayur, pembibitan ikan hias, dan konsumsi, dll.

- Bidang pengolahan: pemnbuatan abon, kerupuk, ikan asin, baso, dll

- Bidang TIK dan lain-lain: wweb Desain, berkomunikasi sebgai guide, akuntansi computer, kewirausahaan, dll.

i) Sekolah harus menyusunvSK, KD dan silabus untuk mata pelajaran mulok yang diselenggarakan oleh sekolah.

j) Pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran atau tenaga ahli dari luar sekolah yang relavan dengan substasni mulok.

3. Pengembangan Diri

a) Bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspreesikan diri sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, bakat, minat, peserta didik, dan kondisi sekolah.

b) Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan:

- Bimbingan konseling, (kehidupan pribadi, social, kesulitan belajar, karir) dan atau

- Ekstra kurikuler, pengembangan kreativitas, kepribadian, siswa, seperti kepramukaan, kepemimpinan, kelompok ilmiah remaja (KIR).

c) Bukan mata pelajaran dan tidak perlu dibuatkan SK, KD dan silabus.

d) Dilaksanakan secara terprogram, rutin, spontasn dan keteladanan.

e) Penilaian dilakukan secara kualitatif (deskripsi), yang difokuskan pada “perubahan sikap dan perkembangan perilaku peserta didik setelah mengikuti kegiatan kegiatan pengembangan diri.

Contoh penilaian pengembangan diri:

- Keg. KIR, mencakup penilain: sikap kompetitif, kerjasama, percaya diri dan mampu memecahkan masalah, dll

- Keg. Keolahragaan, mencakup penilaian: sikap sportif, kompetitif, kerjasama, disiplin dan ketaatan mengikuti SPO, dll.

- Kegiatan pengembangan diri di fasilitasi dan atau dibimbing oleh guru kelas atau mata pelajaran, konselor atau guru BK atau tenaga kependidikan laian.

- Penjabaran alokasi waktu ekuivalen dengan

Kompherensif sebagai bagian dari program kerja setelah dan atau program kerja OSIS.

4. Pengaturan Beban Belajar

a) Berisi tentang jumlah beban belajar per mata pelajaran, per minggu per semester dan per tahun pelajaran yang dilaksanakan disekolah, sesuai dengan alaokasi waktu yang tercantum dalam struktur kurikulum.

b) Sekolah dapat mengatur alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran sesuai dengan kebuthan, tetapi jumlah beban belajar per tahun secara keseluruahan tetap.

c) Alokasi waktu kegiatan praktik diperhitungkan sbb: 2 jam pelajaran (JPK) praktik disekolah setara dengan JPL tatap muka, dan 4JPL praktik di luar sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka ( bagi sekolah menengah kejuruan)

d) Sekolah dapa menambah maksi,al 4 JPL per minggu

e) Alokasi waktu penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur, sebanyak -% untuk SMP waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.

f) Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.

5. Ketuntasan Belajar

a) Berisi tentang keriteria ketuntasan minimal (KKM) oer mata pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah denga memepertimbangkan hal-hal sbb:

- Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indicator adalah 0- 100%, dengan batas criteria ideal minimum 75%.

- Sekolah harus menetapkan keriteria ketuntasan minimal (KKM) pe MP dengan mempertimbangkan: kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas dan SDM

- Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah batas criteria ideal, tetapi secara bertahap harus dapat mencapai criteria ketuntasan ideal.

6. Kenaikan Kelas dan Kelulusan

a) Berisi tentang criteria dan mekanisme kenaikan kelas dan kelulusan, serta strategi penanganan siswa yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh sekolah. Program disusun mengacu pada hal-hal sebagai berikut:

- Panduan kenaikan kelas yang akan disusun oleh dit. Pembinaan terkait.

- Seangkan ketentuan kelulusan akan diatur secara khusus dalam peraturan tersendiri.

7. Pendidikan Kecakapan Hidup

a) Bukan mata pelajaran tapi substansinya merupakan bagian integral dari semua mata pelajaran.

b) Tidak masuk dalam struktur kurikulum secara khusus.

c) Dapat disajikan secara terintegrasi dan atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus

d) Substansi kecakapan hidup meliputi:

- Kecakapan personal, social, akademik dan atau vokasional.

- Untuk kecakapan vokasional, dapat diperoleh dari satuan pendidikan ybs, antara lain melalui mata pelajaran keterampilan.

- Bila SK dan KD pada mata pelajaran keterempilan tidak seuai dengan ebutuhan siswa dan sekolah, maka sekolah dapat mengembangkan SK, KD dan silabus keterampilan lain sesuai dengan kebutuhan sekolah.

- Pembelajaran mata pelajaran keterampilan dimaksud dilaksanakan secara kompherensif melaui intra kurikuler.

- Pengembangan SK, KD, silabus, RPP dan bahan ajar dan penyelengagaraan pembelajaran keterampilan vokasional dapat dilakukan melalui kemapuan dengan satuan pendidikan formal.non formal lain.

8. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global

- Program pendidikan yang dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan local dan kebutuhan daya saing global.

- Substansinya mencakup aspek: Ekonomi, budaya, bahasa, TIK, ekologi, dan lain-lain, yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik.

- Dapat merupakan bagaian dari sema mata pelajaran yang terintegrasi, atau menjadi mapel mulok.

- Dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain atau satuan pendidikan nonformal.

BAB IV. KALENDER PENDIDIKAN

Berisi tentang kalender pendidikan yang digunakan oleh sekolah, yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang ditetapkan oleh dinas pendidikan setempat, disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, dengan memperhatikan aturan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam standar isi.

KTSP (DOKUMEN II)

SMP

A. Silabus mata pelajaran (kelas VII, VII dan IX)

B. Silabus muatan local dan mapel lain (jika ada)

C. Silabus mapel IPA dan IPS terpadu (kelas VII, VIII, dan IX)

Mekanisme Penyususnan KTSP




a) Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan pencarian sekolah/madrasah. Kegiatan ini dapat rencarian sekolah/madrasah. Kegiatan ini didapat berbrntuk rapat kerja dan atau loka karya sekolah/madrasah dan atau kelompok sekolah madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru.

b) Tahap kegiatan penyususnan KTSP ssecara garis besar meliputi: penyiapan dan penyususnan draft, review dan revisi, serta financial. Langkah yang lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun.

 

Puteri Fitriananda Thank U for bannernya ^0^

Blogger news

Diberdayakan oleh Blogger.